Pelatihan Angkatan 28 juga dihadiri peserta dari Jepang Mr.Ryuji Shiga dkk

Pelatihan Budidaya & Bisnis Sidat Angkatan Ke-29

Memenuhi permintaan banyak peminat, pemula, profesional dan calon pembudidaya dan pebisnis sidat, maka pada tanggal 11 Agustus 2018 mendatang Agromania bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia, www.abbisi.com) akan mengadakan pelatihan sehari Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat . Pelatihan ini mengambil format inti dari pelatihan 28 angkatan sebelumnya yang telah melahirkan banyak pembudidaya dan pebisnis sidat sukses baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.


INVESTASI :


Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)


*Bawa 3 orang GRATIS 1 0rang


*Biaya pelatihan sudah termasuk biaya konsumsi, sertifikat, ID Card dan materi pelatihan lengkap.


Sebagaimana pelatihan2 sebelumnya, alumni pelatihan akan terus dibimbing mulai dari pengadaan bibit hingga bisa budidaya sendiri dan dibantu secara aktif memasarkan hasil panen.


Berhubung jumlah peserta dibatasi, pendaftaran akan kami tutup begitu jumlah peserta mencapai target. Oleh karena itu, untuk menjamin ketersediaan tempat, kami anjurkan Anda untuk melakukan pendaftaran secepatnya. Makin cepat makin baik. Terimakasih.


Cara Melakukan Pendaftaran

(1). ISI dan SUBMIT formulir pendaftaran di bawah

(2). TRANSFER biaya keikutsertaan sebesar Rp 2.500.000,- ke rek. Bank Mandiri: 127.000.631.8081 a/n PT. Agromania Mitra Artha

(3). KIRIM SMS "(Nama Anda) Sidat Oke" ke 0811-18-5929


FORMULIR PENDAFTARAN

Nama:
Alamat:
Email Address:
Nomor HP:
Nomor WA:
Status: Peminat Sidat
Pemula Sidat
Profesional Sidat
Ahli Sidat

Create a web form here
MOHON DIPERHATIKAN: Sesudah mengisi formulir dan menekan tombol SUBMIT FORM, tunggu beberapa saat untuk memastikan formulir Anda benar2 sudah terkirim. Lalu klik tombol CONTINUE. Formulir Anda terkirim dengan benar setelah muncul tulisan "Thank you for your submission!".

RINCIAN ACARA PELATIHAN


PENYELENGGARA
PT Agromania Mitra Artha bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia)

TUJUAN
Melahirkan pelaku-pelaku sukses di bidang budidaya dan bisnis ikan sidat

TEMA
Meraih Sukses Melalui Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat

MATERI PELATIHAN
Cara Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat

WAKTU
Sabtu, 11 Agustus 2018 (09.00 WIB s/d selesai)

TEMPAT PELATIHAN
Gedung Galeri 678 Kemang, Jl. Kemang Selatan, Jakarta Selatan

INVESTASI :
Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)
*Biaya pelatihan sudah termasuk biaya konsumsi, sertifikat, ID Card dan materi pelatihan lengkap.

FASILITAS
Sertifikat, Materi Pelatihan, ID Card, Snack dan Makan siang

PROMOSI
Bagi perorangan dan perusahaan yang ingin berpromosi dalam bentuk pembagian brosur, meja display, dan standing banner silahkan menghubungi sekretariat

ALAMAT SEKRETARIAT
Jl. Jambu No. 53, Pejaten Barat2, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12510
Email : sidatmania@gmail.com
Website: www.sidatmania.com
Telp : (021) 719-9660, 0822-4665-9164
SMS INFO: 0811-18-5929, 0821-12345-123, 0878-7874-7708
WA: 0822-4665-9164

*Peserta minimal 20 orang. Syarat dan ketentuan berlaku

6 Jawaban Mengapa Banyak Orang Indonesia Cepat Kaya dari Bisnis Ikan Sidat

Bisnis ikan sidat semakin banyak dilirik orang. Ikan asli Indonesia yang bernama latin anguilla sp dan mengandung gizi yang sangat tinggi (mengalahkan ikan salmon) ini telah membawa berkah bagi banyak orang: mulai dari remaja, ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan, hingga pensiunan. Ternyata ada 6 jawaban mengapa mereka cepat kaya dari bisnis ikan ini:

(1) Dibanding udang, membudidayakan ikan sidat jauh lebih mudah. Dapat dilakukan oleh siapa saja. Bahkan ada penjual pulsa telepon yang mendapat berkah jadi milyuner berkat bisnis ikan sidat.
(2) Bibit ikan sidat sangat melimpah di Indonesia. Permintaan bibit ikan sidat terus meningkat dari tahun ke tahun.
(3) Jika penanganan budidayanya benar, ikan ini tergolong ikan yang relatif cepat masa panennya. Hanya butuh waktu 3-5 bulan.
(4) Ikan sidat diburu oleh berbagai bangsa di dunia. Permintaan ekspor ikan sidat sangat tinggi dan terus meningkat.
(5) Pasar ikan sidat sudah jelas dan terarah. Pada saat panen, lokasi panen akan dibanjiri para pembeli yang siap menampung hasil panen.
(6) Bisa untung hingga di atas 60 persen. Bahkan dari hari ke hari keuntungan bisa mencapai hingga 500 persen.

Pelatihan & Testimoni

Pelatihan Sidat 27 Agkatan

Bibit Sidat

Mengungkap Fakta2 Sidat, Ikan Indonesia yang Paling Diburu di Dunia


Ada apa dengan sidat? Mengapa ikan ini sangat dicari oleh bangsa Eropa dan negara Asia Timur (Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Cina, dll)? Apa yang membuat orang kini ramai2 terjun membudidayakan dan berbisnis ikan sidat? Bagaimana cara membudidayakannya? Apa keunikan ikan ini? Bagaimana prospeknya? Bagaimana pasarnya? Bagaimana cara yang paling sederhana dengan modal minim untuk memulai bisnis ini? Ternyata ada segudang fakta yang bisa menjawab pertanyaan2 tersebut.

FAKTA PERTAMA: Ikan sidat sangat diburu oleh bangsa Eropa dan orang Jepang dan negara2 Asia Timur karena diyakini mampu meningkatkan kepintaran dan tinggi badan. Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

FAKTA KEDUA: Indonesia adalah salah satu negara penghasil benih sidat terbesar di dunia. Bahkan diyakini nenek moyang sidat di dunia asalnya dari Indonesia. Dari 18 jenis sidat di dunia, 7 di antaranya ada di Indonesia.

FAKTA KETIGA:
Permintaan akan ikan sidat terus meningkat. Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Ikan Indonesia yang paling diburu Jepang utk Kepintaran dan Tinggi Badan


Jijik boleh-boleh saja. Tapi, jika tahu khasiatnya, orang bakal tak sempat membayangkan rasa jijiknya. Itulah yang biasa dialami orang ketika melihat ikan sidat alias anguilla. Badannya yang pipih memanjang sekilas mirip belut. Cuma, kalau lebih ditelisik, kepalanya ternyata berbeda. Bentuknya lebih mirip ikan lele yang ber-sungut dua. Ngerinya, pada umur setahun, bentuknya tak berbeda dengan ular. Panjangnya bisa mencapai 2-3 meter. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili, orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara ada juga yang menyebutnya Massapi. Dalam bahasa Indonesia ikan ini disebut ikan Sidat (anguilla sp.).

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting . Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun .

Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Poso, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan.

Di Indonesia, keberadaan ikan ini gencar disosialisasikan oleh Agromania dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan workshop bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Tambak Pandu Karawang. Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lengkap atau mengikuti ACARA TEMU, PELATIHAN, ATAU ANJANGKARYA BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT, silahkan hubungi Pusat Informasi Sidat Agromania: (021)719.0833, 719.0851, 719.0864 atau SMS ke 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9. (DARI BERBAGAI SUMBER).

Budidaya Sidat Harus Memenuhi Standar Ekspor (Simposium Internasional Ikan Sidat)

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Membutuhkan Zat Gizi

Salah satu faktor utama dalam pertumbuhan setiap makhluk hidup adalah asupan makanan yang baik dan memiliki kandungan gizi yang dapat mempercepat pertumbuhan. Seperti hanya ikan-ikan lain, ikan sidat membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, vitamin dan mineral. Kadar protein pakan optimal adalah 45 % untuk ikan sidat besar dan sekitar 50 % untuk ikan sidat kecil (fingerling)
Ada tiga jenis pakan yang berbeda untuk 3 tahapan budidaya. Pakan tersebut terdiri dari pakan alami dan pakan buatan.

Pakan alami yang digunakan adalah cacing sutra atau dikenal dengan tubifex. Pakan tubifex di berikan pada saat Pendederan I dan Pendederan II. Hal ini dilakukan karena pada tahapan-tahapan pemeliharaan tersebut ukuran benih ikan sidat masih relatif kecil berkisar antara 2 – 10 cm sehingga diperlukan pakan yang dapat dicerna dengan mudah dan mengandung komposisi gizi yang cukup.
Cacing sutra berasal hasil tangkapan nelayan perlu dilakukan perlakuan sanitasi terhadap cacing sutra. Perlakuan ini dilakukan karena biasanya para penangkap cacing sutra tidak memperhatikan kebersihan cacing sutra hasil tangkapannya. Cara pembersihan hama dan penyakit yang mungkin menempel di tubuh cacing sutra dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan membilasnya menggunakan air mengalir sebanyak 4 - 5 kali.

Seiring dengan pertumbuhan benih ikan sidat maka pada stadia benih ikan sidat sudah dapat diperkenalkan makanan dari jenis pakan buatan. Pakan buatan yang diberikan berbentuk pellet dan pasta.

Pakan buatan dengan bentuk pasta diberikan pada tahapan Pendederan II. Pada saat tersebut benih ikan sidat sudah mencapai ukuran panjang lebih dari 10 cm dan mampu menelan pakan berukuran lebih besar dari tubifex tetapi bukaan mulutnya belum bisa mengkonsumsi pellet yang mempunyai diameter 0,5 cm.

Cara pembuatan pakan pasta :
1.Semua bahan harus bertekstur halus, timbang tepung ikan dan tapioka sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Tepung ikan dan tapioka dicampur merata setelah itu ditambahkan CMC yang telah ditimbang, aduk dan campur kembali sampai rata.
2.Minyak ikan dan minyak jagung ditimbang bersamaan sesuai dengan takaran yang ada, setelah itu timbang vitamin dan mineral mix (premix = campuran vitamin dan mineral mix) campur sampai merata dan tambahkan campuran tepung ikan, tapioka dan CMC ke dalam campuran minyak dan premix dari jumlah sedikit sampai setelah merata campur semua bahan yang ada.
3.Simpan pakan pasta yang telah dicampur dan bahan baku pakan ke dalam refrigerator atau ruang ber-AC untuk menghindari ketengikan dan kerusakan kandungan gizi dari bahan baku pakan.
4.Dalam pembuatan pakan diusahakan pelaksana menggunakan masker dan harus menjaga kebersihan tempat dan bahan baku yang akan digunakan.

Pakan Pellet
Pakan dengan bentuk pellet diberikan pada saat benih ikan sidat sudah mencapai ukuran berat 3 gram atau atau mulai dari tahapan kegiatan pendederan – 2 sampai pembesaran. Karena pada waktu tersebut ikan sidat sudah mempunyai bukaan mulut yang cukup lebar dan dapat menelan pakan bentuk pellet. (MJ-Sidatmania).



PUSAT INFORMASI IKAN SIDAT
SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
EMAIL: sidatmania@gmail.com
 

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP