Pelatihan Sidat Sehari (special event)


Memenuhi permintaan banyak peminat, pemula, dan calon pembudidaya dan pebisnis sidat, maka tanggal
6 Januari 2018 mendatang Agromania bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia, www.abbisi.com) akan mengadakan pelatihan sehari Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat. Pelatihan sekali setahun ini mengambil format inti dari pelatihan angkatan2 sebelumnya yang telah melahirkan banyak pembudidaya dan pebisnis sidat sukses baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

INVESTASI :
Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)
*Biaya pelatihan sudah termasuk biaya konsumsi, sertifikat, ID Card dan materi cetak+ DVD Praktek

Berhubung jumlah peserta dibatasi, pendaftaran akan kami tutup begitu jumlah peserta mencapai target. Oleh karena itu, untuk menjamin ketersediaan tempat, kami anjurkan Anda untuk melakukan pendaftaran secepatnya. Makin cepat makin baik.

Cara Melakukan Pendaftaran


(1) Transfer Investasi Pelatihan Sesuai Jumlah yang tercantum di atas ke Bank Mandiri No Rek : 127.000.631.8081 a/n PT. Agromania Mitra Artha.


(2) Setelah transfer, kirim SMS "sidatmania transfer oke, X, Y" ke 0811-18-5929 (X=Nama lengkap Anda dan Y= Alamat email Anda).


(3) Panitia akan menghubungi Anda dengan mengirimkan informasi lainnya yang berhubungan dengan acara pelatihan.



RINCIAN ACARA PELATIHAN


PENYELENGGARA
PT Agromania Mitra Artha bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia)

TUJUAN
Melahirkan pelaku-pelaku sukses di bidang budidaya dan bisnis ikan sidat

TEMA
Meraih Sukses Melalui Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat

MATERI PELATIHAN
Cara Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat

WAKTU
Sabtu, 6 Januari 2018 (09.00 WIB s/d selesai)

TEMPAT PELATIHAN
Gedung Galeri Kemangt, Jl. Kemang Selatan, Jakarta Selatan

INVESTASI :
Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)
*Biaya pelatihan sudah termasuk Sertifikat, Materi Cetak + DVD Praktek, ID Card, Snack dan Makan siang

FASILITAS
Sertifikat, Materi Cetak + DVD Praktek, ID Card, Snack dan Makan siang

PROMOSI
Bagi perorangan dan perusahaan yang ingin berpromosi dalam bentuk pembagian brosur, meja display, dan standing banner silahkan menghubungi sekretariat

ALAMAT SEKRETARIAT
Jl. Jambu No. 53, Pejaten Barat2, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12510
Email : sidatmania@gmail.com
Website: www.sidatmania.com
Telp : (021) 719-9660
SMS INFO: 0811-18-5929, 0821-12345-123, 0878-7874-7708

*Peserta minimal 20 orang. Syarat dan ketentuan berlaku

Pelatihan & Testimoni

Pelatihan Sidat 27 Agkatan

Bibit Sidat

Mengungkap Fakta2 Sidat, Ikan Indonesia yang Paling Diburu di Dunia


Ada apa dengan sidat? Mengapa ikan ini sangat dicari oleh bangsa Eropa dan negara Asia Timur (Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Cina, dll)? Apa yang membuat orang kini ramai2 terjun membudidayakan dan berbisnis ikan sidat? Bagaimana cara membudidayakannya? Apa keunikan ikan ini? Bagaimana prospeknya? Bagaimana pasarnya? Bagaimana cara yang paling sederhana dengan modal minim untuk memulai bisnis ini? Ternyata ada segudang fakta yang bisa menjawab pertanyaan2 tersebut.

FAKTA PERTAMA: Ikan sidat sangat diburu oleh bangsa Eropa dan orang Jepang dan negara2 Asia Timur karena diyakini mampu meningkatkan kepintaran dan tinggi badan. Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

FAKTA KEDUA: Indonesia adalah salah satu negara penghasil benih sidat terbesar di dunia. Bahkan diyakini nenek moyang sidat di dunia asalnya dari Indonesia. Dari 18 jenis sidat di dunia, 7 di antaranya ada di Indonesia.

FAKTA KETIGA:
Permintaan akan ikan sidat terus meningkat. Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Ikan Indonesia yang paling diburu Jepang utk Kepintaran dan Tinggi Badan


Jijik boleh-boleh saja. Tapi, jika tahu khasiatnya, orang bakal tak sempat membayangkan rasa jijiknya. Itulah yang biasa dialami orang ketika melihat ikan sidat alias anguilla. Badannya yang pipih memanjang sekilas mirip belut. Cuma, kalau lebih ditelisik, kepalanya ternyata berbeda. Bentuknya lebih mirip ikan lele yang ber-sungut dua. Ngerinya, pada umur setahun, bentuknya tak berbeda dengan ular. Panjangnya bisa mencapai 2-3 meter. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili, orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara ada juga yang menyebutnya Massapi. Dalam bahasa Indonesia ikan ini disebut ikan Sidat (anguilla sp.).

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting . Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun .

Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Poso, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan.

Di Indonesia, keberadaan ikan ini gencar disosialisasikan oleh Agromania dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan workshop bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Tambak Pandu Karawang. Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lengkap atau mengikuti ACARA TEMU, PELATIHAN, ATAU ANJANGKARYA BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT, silahkan hubungi Pusat Informasi Sidat Agromania: (021)719.0833, 719.0851, 719.0864 atau SMS ke 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9. (DARI BERBAGAI SUMBER).

Budidaya Sidat Harus Memenuhi Standar Ekspor (Simposium Internasional Ikan Sidat)

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Sidat, Ikan yang Super Kuat



            Salah satu kendala pembudiayaan ikan sidat secara besar-besaran adalah masalah bibit yang masih bergantung pada alam.
            Sidat dijuluki ‘deep sea water’ karena ikan ini bisa hidup di laut dalam. Hidup ikan sidat terbilang cukup kompleks. Binatang ini mengalami enam fase, yaitu: telur, preleptocephale, leptocephale, glass eel, dewasa, dan induk. Sidat juga dijuluki ikan katadromus, yaitu ikan yang dewasa berada di hulu sungai atau danau, tapi bila sudah matang gonad akan berenang ke laut lepas dan memijah di sana.
            Perjalanan menelusuri sungai agar sampai di laut lepas tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena jarak antara hulu sungai dan laut lepas sangat jauh. Tentu saja banyak rintangan dan hambatan yang dialami ikan sidat selama perjalanan tersebut. Namun di situlah kehebatan ikan sidat. Perjalanan yang penuh rintangan yang harus dilalui ikan sidat membuktikan bahwa ikan sidat adalah ikan yang super kuat.
            Agar bisa sampai di muara sungai, ikan sidat harus mampu mengikuti aliran air sungai yang sangat deras. Ikan ini juga harus mampu menuruni air terjun yang sangat tinggi. Sesampainya di muara sungai, rintangan masih belum berakhir karena untuk tiba di tengah laut, ikan sidat harus mampu menentang gelombang yang besar. Dari rintangan-rintangan itu, sudah bisa dipastikan kalau sidat adalah ikan yang sangat kuat. Belum lagi, ikan itu harus mampu beradaptasi pada perubahan kadar garam.
            Telur-telur yang sudah dibuahi terapung di permukaan air laut dan menetas menjadi stadia preleptochephale. Setelah melewati stadia itu, preleptochephale akan berkembang lagi menjadi leptocephale. Selanjutnya, leptocephale akan berkembang menjadi larva ikan sidat yang disebut glass eel.
            Glass eel akan terbawa arus pasang menuju muara sungai dan akan hidup beberapa hari. Kemudian glass eel ini akan bermigrasi ke hulu sungai. Sidat yang masih kecil itu pun harus menemui berbagai rintangan, terutama dalam menentang aliran air sungai yang sangat deras. Selain itu, air terjun juga juga menjadi penghalang sidat-sidat yang masih kecil itu untuk mencapai hulu sungai. Ternyata ikan sidat mampu melewati rintangan itu. Terbukti, ikan sidat banyak ditemukan di hulu sungai.
            Ikan sidat berbeda dengan ikan lain. Umumnya ikan hanya hidup di air tawar atau hanya hidup di air laut saja, tetapi sidat bisa hidup di kedua tempat itu. Sifat yang sama juga dimiliki ikan salmon. Tapi bedanya, ikan salmon tidak memijah di air laut, tetapi di air tawar sehingga penyebaran benih ikan salmon tidak seluas ikan sidat.. Sementara ikan sidat memijah di air laut dan benihnya akan dengan mudah menyebar ke segala penjuru daratan karena semua daratan dikelilingi oleh laut. Tidak heran bila ikN sidat menyebar ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Eropa, Amerika, Amerika, Afrika, Australia hingga Asia. (MH -Agromania: dari berbagai sumber)

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP