Pelatihan & Testimoni

Bibit Sidat

Pelatihan Sidat 27 Agkatan

Pendaftaran Pelatihan Sidat Angkatan ke-28

Memenuhi permintaan banyak peminat, pemula, dan calon pembudidaya dan pebisnis sidat, maka tanggal (tentatif) 2017 mendatang Agromania bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia) serta Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Tambak Pandu Karawang kembali akan mengadakan pelatihan lengkap Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat. Pelatihan ini akan mengambil format yang sama dengan pelatihan angkatan2 sebelumnya yang telah melahirkan banyak pembudidaya dan pebisnis sidat sukses baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Seperti pelatihan2 sebelumnya, pelatihan kali ini juga akan diisi dengan acara anjangkarya (jalan-jalan sambil praktek/belajar dan melihat langsung budidaya ikan sidat).

INVESTASI :
Rp. 3.900.000,- (tiga juta sembilan ratus ribu rupiah)
*Biaya pelatihan sudah termasuk biaya transportasi dan konsumsi ke tempat budidaya
*Pembayaran cepat akan mendapat diskon khusus

Berhubung jumlah peserta dibatasi, pendaftaran akan kami tutup begitu jumlah peserta mencapai target. Oleh karena itu, untuk menjamin ketersediaan tempat, kami anjurkan Anda untuk melakukan pendaftaran secepatnya. Makin cepat makin baik. Selain jaminan ketersediaan tempat, Anda juga akan mendapat diskon khusus dari penyelenggara.

Cara Melakukan Pendaftaran

Cara Melakukan Pendaftaran dengan 3 langkah mudah:

(1) Kirim SMS ke 0811-18-5929 dengan isi "SIDAT-X" (X=nama Anda dan alamat lengkap Anda).

(2) Transfer Investasi Pelatihan sesuai jumlah yang tercantum di atas melalui (Pilih Salah Satu):

Bank BCA Cab. Kemang, No Rek : 286.301.4590 a/n PT. Agromania Mitra Artha

Bank Mandiri Cab. Kemang, No Rek : 127.000.631.8081 a/n PT. Agromania Mitra Artha.

(3) Setelah transfer, kirim berita “Sudah Transfer” ke 0811-18-5929. Selanjutnya Anda akan dihubungi panitia untuk melengkapi data pendaftaran Anda.

RINCIAN ACARA PELATIHAN

PENYELENGGARA
PT Agromania Mitra Artha bekerja sama dengan ABBISI (Asosiasi Budidaya & Bisnis Ikan Sidat Indonesia) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Tambak Pandu Karawang

TUJUAN
Menciptakan pelaku-pelaku sukses di bidang budidaya dan bisnis ikan sidat

TEMA
Meraih Sukses Melalui Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat

MATERI PELATIHAN
1.Cara dan Kiat Bisnis/Ekspor Ikan Sidat
2.Kiat dan Tehnik Budidaya Lengkap Ikan Sidat

METODE PELATIHAN
-Teori
-Praktek /Pengenalan langsung ikan sidat
-Mencicipi masakan khas ikan sidat

WAKTU
-Teori : Sabtu, (tentatif) 2017 (09.00 WIB s/d selesai)
-Praktek: Minggu, (tentatif) 2017 ( 07.00 WIB s/d selesai)

TEMPAT PELATIHAN
Pelatihan: Griya Patria, Jl. Pejaten Barat No.16-Kemang, Jakarta Selatan
Anjangkarya: Tambak Pandu Karawang (sekitar 3 jam dari Jakarta)

INVESTASI :
Rp. 3.900.000,- (tiga juta sembilan ratus ribu rupiah)
*Biaya pelatihan sudah termasuk biaya transportasi dan konsumsi ke tempat budidaya

FASILITAS
Sertifikat, Goodybag, Materi pelatihan, ID Card, 1 CD Info Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat, 2 DVD Video Budidaya Ikan Sidat, Snack dan Makan siang

PROMOSI
Bagi perorangan dan perusahaan yang ingin berpromosi dalam bentuk pembagian brosur, meja display, dan standing banner silahkan menghubungi sekretariat

ALAMAT SEKRETARIAT
Jl. Jambu No. 53, Pejaten Barat2, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12510
Email : agromaniasukses@gmail.com
Website: www.sidatmania.com
Telp : (021) 719-9660
SMS : 0812-9493-677, 0878-7874-7708

*Peserta minimal 20 orang. Syarat dan ketentuan berlaku

Mengungkap Fakta2 Sidat, Ikan Indonesia yang Paling Diburu di Dunia


Ada apa dengan sidat? Mengapa ikan ini sangat dicari oleh bangsa Eropa dan negara Asia Timur (Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Cina, dll)? Apa yang membuat orang kini ramai2 terjun membudidayakan dan berbisnis ikan sidat? Bagaimana cara membudidayakannya? Apa keunikan ikan ini? Bagaimana prospeknya? Bagaimana pasarnya? Bagaimana cara yang paling sederhana dengan modal minim untuk memulai bisnis ini? Ternyata ada segudang fakta yang bisa menjawab pertanyaan2 tersebut.

FAKTA PERTAMA: Ikan sidat sangat diburu oleh bangsa Eropa dan orang Jepang dan negara2 Asia Timur karena diyakini mampu meningkatkan kepintaran dan tinggi badan. Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

FAKTA KEDUA: Indonesia adalah salah satu negara penghasil benih sidat terbesar di dunia. Bahkan diyakini nenek moyang sidat di dunia asalnya dari Indonesia. Dari 18 jenis sidat di dunia, 7 di antaranya ada di Indonesia.

FAKTA KETIGA:
Permintaan akan ikan sidat terus meningkat. Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Ikan Indonesia yang paling diburu Jepang utk Kepintaran dan Tinggi Badan


Jijik boleh-boleh saja. Tapi, jika tahu khasiatnya, orang bakal tak sempat membayangkan rasa jijiknya. Itulah yang biasa dialami orang ketika melihat ikan sidat alias anguilla. Badannya yang pipih memanjang sekilas mirip belut. Cuma, kalau lebih ditelisik, kepalanya ternyata berbeda. Bentuknya lebih mirip ikan lele yang ber-sungut dua. Ngerinya, pada umur setahun, bentuknya tak berbeda dengan ular. Panjangnya bisa mencapai 2-3 meter. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili, orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara ada juga yang menyebutnya Massapi. Dalam bahasa Indonesia ikan ini disebut ikan Sidat (anguilla sp.).

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting . Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun .

Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Poso, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan.

Di Indonesia, keberadaan ikan ini gencar disosialisasikan oleh Agromania dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan workshop bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Tambak Pandu Karawang. Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lengkap atau mengikuti ACARA TEMU, PELATIHAN, ATAU ANJANGKARYA BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT, silahkan hubungi Pusat Informasi Sidat Agromania: (021)719.0833, 719.0851, 719.0864 atau SMS ke 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9. (DARI BERBAGAI SUMBER).

Budidaya Sidat Harus Memenuhi Standar Ekspor (Simposium Internasional Ikan Sidat)

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Unagi Kabayaki (Sidat Panggang) Agromania

Dibersihkan Sebelum Diisi

Bak pendederan terlebih dahulu dibersihkan sebelum diisi dengan air media. Pembersihan bak dapat menggunakan kaporit yang telah dilarutkan dengan air kemudian semprotkan kaporit pada dinding dan dasar bak. Selain disemprot pemberian kaporit pada dinding dan dasar bak dapat dilakukan dengan penyiraman. Tunggu beberapa saat hingga kaporit mengering lalu basuh dengan air sampai bersih. Setelah di basuh dengan air bak pemeliharaan digosok dengan sikat untuk merontokkan sisa-sisa kotoran dan kaporit yang menempel. Apabila sisa kotoran dan kaporit telah hilang segera masukan air ke dalam bak pendederan hingga mencapai ketinggian 50 cm dari dasar bak. Selama pengisian air, bak pemeliharaan dapat langsung ditutup dengan terpal dan membuka aerasi untuk meninggikan kadar oksiger terlarut.

Setelah glass ell ditebar ke dalam bak pemeliharaan, glass ell memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Dalam masa adaptasi glass ell masih mengalami stress yang berakibat pada penurunan nasfu makan sehingga pada hari-hari awal pemeliharan pemberian pakan tidak perlu dipaksakan. Pemberian dilakukan secara adlibitum atau sampai glass ell kenyang dan tidak memakan pakan yang diberikan. Apabila tingkat stress glass ell menurun maka pemberian pakan ditingkatkan seiring dengan mengkatnya aktifitas makan.

Pakan yang diberikan pada tahap pendederan I adalah pakan alami berupa cacing sutra (tubifex). Dosis pemberian pakan sebanyak 10 – 20 % dari berat biomassa glass eel. Pada tahapan ini sintasan (survival rate) glass eel baru ditebar cukup besar dikenalkan pada pemberian pakan homogen agak berbeda dengan ketersediaan pakan di habitat aslinya yang lebih bervariatif. Pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam satu hari yaitu pada pagi (06.00-07.00), sore (16.00-17.00) dan malam (23.00-24.00). Glass eel sangat aktif makan pada saat malam hari maka prosentasi pemberian pakan untuk pada malam hari lebih tinggi dari pada pagi dan sore hari (30 : 30 : 40). Hal ini dikarenakan pada saat sore sampai malam hari kandungan oksigen terlarut masih tinggi sehingga glass eel lebih aktif bergerak terutama untuk aktivitas makan.

Pergantian air selama masa pemliharaan bisa mencapai 300% untuk menjaga kadar oksigen terlarut pada kisaran 20 ppm dan membuang kotoran yang terlarut di dalam air. Kotoran yang ada di dalam bak berasal dari sisa pakan, feses glass eel, dan kotoran lain yang datang dari air media. Untuk kotoran yang mengapung dapat diambil menggunakan serok, kotoran yang terlarut dapat keluar melalui pergantian air dan kotoran yang mengendap dapat dikeluarkan dengan cara penyiphonan. Kotoran yang mengendap paling banyak berasal feses glass eel mengandung amoniak sehingga dapat mengganggu kesehatan apabila kotoran tersebut sudah terkumpul dalam jumlah banyak. Penyiphonan dilakukan maksimal 10 hari sekali agar menghindari penimbunan amoniak yang berlebihan.

Pemeliharaan glass eel dilakukan sampai berubah menjadi elver yang ditandai dengan perubahan warna dan panjang tubuh. Elver mempunyai warna hampir sama dengan dewasa dan panjang tubuh sudah mencapai 0,5 cm. Tahap pendederan memakan waktu selama 2,5 – 3 bulan dan menghasilkan 3 grade elver dengan sintasan 90 %. Perbedaan pertumbuhan ini sering terjadi karena terkendala dengan ketersediaan pakan cacing sutra. Cacing sutra yang diberikan berasal dari tangkapan alam sehingga sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Apabila terjadi air pasang atau banjir jumlah cacing sutra yang ada sedikit karena para penangkap cacing sutra kesulitan untuk mendapatkan cacing tersebut karena tempat tangkapan berkurang. Tetapi pada waktu normal (tidak banjir atau pasang laut) cacing sutra tersedia melimpah.

Ukuran elver yang dihasilkan adalah grade I dengan ukuran 1,2 – 3 gr /ekor sebanyak 30 % dari elver yang dihasilkan dari tahap pendederan I. Grade 2 dengan ukuran 0,9 – 1,1 gr/ekor sebanyak 40 % dari elver yang dihasikan. Grade 3 dengan ukuran 0,6 - 0,7 gr/ekor sebanyak 30 % dari elver yang dihasilkan.

Pemanenan elver dilakukan pada sore hari agar menghindari stress akibat tingginya suhu pemeliharaan. Saat pemanenan air media pemeliharaan diturunkan hingga mencapai ketinggian antara 10-15 cm dari dasar bak. Penurunan tinggi air ini dilakukan untuk mempermudah penangkapan dan mempercepat proses pemindahan elver. Apabila tinggi air sudah mencapai 10-15 cm segera pindahkan elver ke dalam wadah plastik dengan menggunakan serok. Penyerokan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai elver. Wadah plastik terlebih dahulu diisi air dengan volume ¾ dari volume total wadah kemudian elver dapat ditempatkan ke dalam wadah plastik. Apabila wadah plastik terisi lebih dari 100 ekor segera pindahkan dan tebarkan elver ke dalam bak pendederan II. Lakukan pemindahan dengan hati-hati dan cepat agar mengurangi stress pada elver. (MJ-Sidatmania).



PUSAT INFORMASI IKAN SIDAT

SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)

EMAIL: sidatmania@gmail.com
 

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP